SUDAHKAH ANDA SHOLAT ???

Selasa, 25 Januari 2011

Sebuah Penantian

Rasa penasaran itu terjawab sudah dengan dua garis merah pada tespack, Alhamdulillah kami kembali dipercaya Allah SWT untuk mengemban amanah untuk yang kedua kalinya. Dari awal setelah kelahiran anak kami yang pertama memang sengaja diberi jarak beberapa tahun Semakin dalam keyakinanku bahwa gusti Allah ora sare, terbukti dengan kenyataan yang terjadi saat ini Allah menjawab doaku waktu itu, ….ya istriku hamil. Kehamilan adalah suatu proses alamiah yang dialami wanita dewasa yang sudah menikah. Menurut Wikipedia Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Aku merindukan saat-saat pagi hari menjelang subuh dikala orang2 masih tidur, dibangunkan oleh bayi kecil yang belajar bicara walaupun tak paham dengan apa yang diucapkan hanya sebatas ucapan aa..aa..a..nyam…nyam..nyam… atau pa…pa…pa…ma….ma….ma…mam sambil senyam-senyum dan sesekali memasukkan jempol kaki ke mulutnya,…ehm sangat polos dan lucu sekali. Seorang ayah dan ibu akan semakin ditambah ujian kesabarannya manakala mereka diberi amanah Allah dengan hadirnya seorang anak. Semoga kehamilan istriku untuk yang kedua kalinya ini bisa berjalan dengan lancar dan diberi kesehatan serta nantinya anak kami dapat lahir dengan selamat normal lahir dan bathin. Berilah kami kekuatan agar dapat mengemban amanah menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak kami ya Allah….
Untuk istriku, kudoakan yang terbaik untukmu….
I LOVE YOU….

Senin, 24 Januari 2011

ISLAM INSIDE

”Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan hidayah serta kenikmatan kepada kita diantaranya nikmat Islam dan Iman”
Kalimat ini seringkali kita dengar dan terkadang kita ucapkan pula pada pertemuan-pertemuan formal. Memang memeluk agama Islam adalah sesuatu hal yang patut disyukuri, karena Islam adalah satu-satunya agama yang diridloi Allah (QS. 3:19) : ” Sesungguhnya agama yang diridloi disisi Allah hanyalah Islam ” dan semakin dipertegas lagi dalam firman Allah surat Al Maidah (QS. 5 : 3) bagian akhir yang berbunyi : ” Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. Islam adalah agama yang sempurna dari Allah yang mengatur kehidupan manusia dunia dan akhirat. Hal tersebut cukuplah menjadi dasar bagi kita untuk mengungkapkan rasa syukur pada Allah. Setelah bersyukur kepada Allah, berikutnya adalah kita laksanakan ajaran Islam seutuh-utuhnya berdasarkan Al Qur’an dan sunah. Muncul pertanyaan: Apakah kita sudah melaksanakan ajaran Allah itu dengan benar?tentunya kita sudah melaksanakan syahadat bukan? Apakah kita sudah melaksanakan shalat? Menunaikan puasa? Sudahkah kita bersihkan harta kita dengan zakat? Bagaimana dengan Haji? Mari kita kembalikan pertanyaan itu pada diri masing-masing dan semoga benar-benar memeluk Islam bukan hanya tulisan di KTP.
Berikutnya adalah nikmat iman, salah satunya iman kepada Allah. Dari bahasa Arab iman itu artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diucapkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Apabila kita sudah menjalankan ketiga unsur diatas maka kita termasuk orang yang bertaqwa (menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya) sehingga termasuk orang-orang yang beruntung pada hari akhir nanti, seperti janji Allah (QS. 2 : 25) ”Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya”


Semoga kita termasuk hamba-hamba yang dijanjikan Allah atas nikmat kehidupan di akhirat nanti...amin...ya rabb

Senin, 17 Januari 2011

Materi Kultum

Nampak pipi merah merona kala bibir mengembang tersenyum malu, malam itu anakku mendapat giliran menyampaikan kultum untuk yang pertama kali. Walaupun hanya membaca materi kultum yang sudah dibuatkan, namun ada asa bagi kedua orangtuanya agar kelak menjadi hamba yang gigih menjunjung tinggi kalimatullah. Suaranya terdengar lirih ketika dia mulai berkata :
“Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh
Segala Puji hanya bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Solawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat serta para pengikutnya yang selalu setia hingga akhir jaman.
Pada kultum ini kita akan mengkaji Al Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 21 tentang perintah agar menyembah Allah. Ayat 21 ini berbunyi :
“ Hai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan manusia-manusia sebelum kamu supaya kamu bertakwa”
Pada ayat ini Allah menyuruh kita agar menyembah Allah. Cara menyembah Allah bagaimana? Yaitu diantaranya adalah sholat. Sholat akan mendekatkan kita kepada Allah SWT,dan sesungguhnyalah Allah menciptakan manusia agar mereka bertakwa, karena orang yang bertakwa akan terpelihara dari murka Allah atau akan dilindungi Allah.
Demikian kultum pada malam hari ini, semoga bermanfaat. Ada kekurangannya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.”
Selesai sudah tugas anakku malam itu, dan kembali kulihat senyum malunya ketika kuacungkan jempol kanan ini padanya....
Semoga istiqomah ya rabb....

Kamis, 13 Januari 2011

APAKAH ALLAH ITU ADA?

Mungkin para pembaca sudah pernah membaca tulisan semacam ini sebelumnya, namun demikian tidak ada salahnya jemari saya menuliskan apa yang pernah ada di pikiran ini. Percayakah anda kalau Allah itu ada? Up’s, jangan marah dulu apalagi ngeklik tanda silang merah dipojok halaman ini, stay cool please. Tenangkan pikiran dan terus baca tulisan ini sampai anda mengetahui mengapa saya menulis statemen tersebut. Ada sebuah cerita: seorang tukang cukur (potong rambut) sedang melaksanakan tugasnya merapikan rambut pasiennya yang seorang guru. Terjadilah perbincangan disela-sela jatuhnya potongan rambut di kain pelindung, yang dikenakan si pasien. Bermula dari obrolan perkenalan diantara keduanya, kemudian tentang harga-harga kebutuhan hidup yang semakin mahal, keluh kesah si tukang cukur membawanya menuju perbincangan tentang keberadaanAllah. Pagi tadi dan seperti pagi-pagi sebelumnya dia tidak menjalankan kewajibannya menyembah Allah, memang di KTPnya tertulis agama Islam dan mungkin dia merasa telah menjadi seorang muslim karena sudah melafalkan syahadat disaat SD dulu.
Akhir-akhir ini perekonomian keluarganya semakin terpuruk karena harga kebutuhan hidup yang semakin tinggi, sementara pemasukan cenderung tetap bahkan agak menurun, sehingga muncullah pernyataan dari mulutnya yang dilontarkan pada si pasien : ” Allah itu tidak ada” kemudian si pasien sedikit terperanjat dan segera menenangkan diri sebisa mungkin sambil bertanya : ” mengapa anda berkata demikian?” sambil terus mencukur rambut orang itu menjelaskan ” kalau ada Allah pastilah tidak kita jumpai orang-orang miskin, orang yang sakit parah, dan orang yang hidupnya semakin susah seperti saya, terkadang tidak habis pikir kenapa Allah membiarkan semua ini terjadi? Guru itu ingin membantah namun disimpannya keinginan itu dalam-dalam karena tak ingin terlibat perdebatan sengit.
Setelah selesai segera dia membayar tarip potong rambutnya dan bergegas meninggalkan tempat itu. Sesampainya di jalan raya dia melihat seorang lelaki dengan rambut panjang tak terawat dan kumis serta jenggot yang panjang pula. Dia berhenti sejenak, berfikir kemudian segera kembali ke tukang cukur dan berkata : ” Tahukah anda bahwa tidak ada Tukang Cukur di dunia ini !”
kemudian si tukang cukur tidak terima dengan pernyataan itu dan berkata : ” Anda buta ya? Kalau tukang cukur tidak ada, siapa yang memotong rambut anda barusan?”
”Tidak!” guru itu berbalik membantah :”tukang cukur itu tidak ada, kalaupun ada pastilah tidak kita jumpai orang dengan rambut panjang tak teratur beserta kumis dan jenggotnya diluar sana”.
”Tidak!, tukang cukur itu tetap ada” sanggahnya. ” orang yang berambut, berkumis dan berjenggot panjang tidak teratur, itu salah mereka ! kenapa mereka tidak datang ke saya?”
”Stop !” guru itu memotong perdebatan. ”itu yang perlu anda pahami bahwa Alloh itu ada, tapi apa yang terjadi? Orang-orang tidak mau datang kepadaNya dan tidak mau mencariNya sehingga banyak yang tertimpa kesusahan namun tidak menyadarinya.”
Segera ditinggalkannya tukang cukur itu yang sedang terbengong tanpa kata-kata....

Minggu, 09 Januari 2011

Ken Arok dan Ken Dedes, sebuah Refleksi Politik


“ Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak karena tanganmu.
Tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum didepan umum
Berdasarkan bukti tak terbantahkan.Kau mengambil jarak secukupnya
dari peristiwa itu.”

Terbersit kalimat dari roman Arok Dedes oleh sang legendaris Pramoedya Ananta Toer. Roman ini bukan roman mistika-irasional ( kutukan keris Gandring tujuh turunan ), namun roman politik seutuh-utuhnya. Ada sedikit persamaan dengan pentas yang kusaksikan beberapa waktu lalu. Pentas panggung sandiwara dunia yang nyaris sempurna, dimana beberapa pelakon melaksanakan perannya dengan manis dan natural karena mereka memang benar-benar murni tanpa arahan sang sutradara. Sementara beberapa pelakon lain bersama sang sutradara terjun langsung sekaligus menjadi pemain sehingga seolah semua itu berlangsung dengan sewajarnya. Dengan kehebatan sang sutradara mampu menciptakan peran protagonis dan antagonis dari para pelakonnya Sebagian penonton terpukau atas penampilan mereka dan terbawa alur cerita, namun di bagian belakang nampak beberapa penonton yang tersenyum geli melihat skenario yang sudah dapat ditebak endingnya itu. Pun demikian ada beberapa cerita bagus dalam sandiwara itu yang apabila difahami dengan dalam akan merobek bak sembilu pada hati mereka yang kotor, namun apakah pesan moral itu tersampaikan? Wallohualam….

Jumat, 07 Januari 2011

LUKISAN BUDI

Terus terang cerita ini terinspirasi dari Saudara H. Abduh Hisyam, S.Ag Ketua PDM Kebumen, sebuah cerita menarik tentang seorang anak SD kelas 1 yang mengikuti pelajaran melukis, kita sebut saja Budi. Pada setiap jam pelajaran seni lukis dia mewarnai pohon, gunung, laut dan lain-lain tidak sama dengan kebanyakan anak. Misalnya air laut dia warnai merah, gunung diwarnai kuning pohon warna biru dan seterusnya. Suatu saat gurunya berkata padanya : “ ini apa-apaan, masa laut warnanya merah, giliran pohon kok warnanya biru ! kamu buta ya?.... dengan nada yang agak tinggi dan kesal guru itu menyalahkan Budi yang hanya terdiam membisu dengan butiran keringat menetes di sela-sela dahinya. Anak itu mengalami ketakutan yang amat sangat, dan pada jam-jam pelajaran seni lukis berikutnya dia tidak pernah mau melukis. Pada suatu hari guru seni lukis itu berhalangan hadir dan digantikan Bu Asih guru kesenian yang lain. ” mari anak-anak kali ini kita melukis pemandangan! Keluarkan buku gambar dan pewarnanya”. Anak-anakpun mulai asyik melukis tetapi tidak untuk si Budi, anak itu diam membisu sambil menyangga dagu dengan kedua tangannya beserta buku gambarnya yang ditaruhnya di meja. Satu persatu hasil karya anak-anak diperiksa bu Asih, “wah bagus sekali lukisan pohonmu nak”kemudian berjalan ke anak yang lain “ wow lukisanmu seperti sungguhan sangat indah...” sehingga pada akhirnya guru itu mendekati Budi yang masih terdiam membisu, dan berkatalah Bu Guru “ subhanalloh lukisanmu bagus sekali nak, ini gambar hamparan salju ya?” Si Budi terperangah dan tidak menyangka akan mendapat pujian seperti itu, saat itu pula muncullah semangat dan kepercayaan pada dirinya untuk melukis seperti teman-temannya. Bagi Bapak/ Ibu Guru semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita bahwa ternyata kalimat positif dari seorang guru akan dapat memotivasi anak didik kita untuk berbuat lebih baik dan lebih baik lagi...
Islam dengan Al Qur’an sebagai kitab sucinya adalah agama yang sempurna*****mencakup segala aspek kehidupan yang mengatur manusia dari tarikan nafas pertama didunia hingga hembusan nafas terakhir hidup manusia ****** bahkan mencakup pengetahuan kehidupan setelah kematian. *****Sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenaran Al Qur an dan Sunah Rosululloh sebagai pedoman hidup umat Islam.*****Dan janganlah kita berbuat dholim dengan menambah atau mengurangi ajaran Allah ini.*****Cukuplah bencana yang bertubi-tubi mendera negeri ini mengingatkan kita.