SUDAHKAH ANDA SHOLAT ???

Selasa, 21 Juli 2020

Sikambang

Rabu, 15 Juli 2020

JENIS JENIS KERUSAKAN PADA MOTOR STATER

Sistem starter pada kendaraan memiliki fungsi untuk menggerakkan atau memutarkan poros engkol pertama kali sehingga terjadi gerakan turun naik piston sampai dengan mesin hidup. Kerja motor stater mengubah energy listrik menjadi energy gerak putar.

Sumber listrik utama motor starter ini berasal dari baterai sehingga besar kecilnya kapasitas listrik yang tersimpan di dalam baterai akan mempengaruhi baik tidaknya kerja motor starter.

Beberapa gejala kerusakan yang terjadi pada motor starter antara lain yaitu :
A. Gejala motor starter tidak dapat berputar
Kemungkinan penyebabnya :

1. Baterai rusak, cara mengatasinya periksa kondisi baterai apabila baterai masih dapat dilakukan pengisian maka lakukan pengisian baterai namun apabila baterai sudah tidak dapat dilakukan pengisian maka ganti baterai dengan yang baru.
2. Fusible link sudah rusak atau putus, cara mengatasinya adalah ganti fusible link dengan yang baru dengan spesifikasi kapasitas yang sama.
3. Ada sambungan yang lepas atau kendur, cara mengatasinya bersihkan dan kencangkan kembali sambungan.
4. Kunci kontak (switch starter) rusak, cara mengatasinya periksa kondisi kunci kontak apabila tidak dapat diperbaiki maka ganti kunci kontak.
5. Kerusakan pada solenoid, relay, saklar kopling atau saklar netral, cara mengatasinya periksa kondisi dan kinerja komponen-komponen tersebut, apabila rusak maka lakukan perbaikan atau ganti komponen tersebut apabila diperlukan.
6. Sikat starter habis, cara mengatasinya ganti sikat dengan yang baru.

B. Gejala motor starter berputar lambat
Kemungkinan penyebabnya :

1. Baterai lemah, cara mengatasinya periksa kondisi baterai lakukan perbaikan atau ganti baterai bila diperlukan.
2. Sambungan kendur dan berkarat, cara mengatasinya bersihkan sambungan dari karat kemudian kencangkan sambungan.
3. Kerusakan pada motor starter, cara mengatasinya periksa dan lakukan pengujian motor starter.

C. Motor starter berputar terus-menerus
Kemungkinan penyebabnya :

1. Kerusakan pada gigi fly wheel atau gigi pinion, cara mengatasinya periksa kondisi gigi fly wheel dan gigi pinion dari keausan kemudian lakukan perbaikan.
2. Kerusakan pada pegas pengembali (return spring) pada solenoid, cara mengatasinya periksa kondisi solenoid apabila tidak dapat dilakukan perbaikan maka ganti solenoid.
3. Periksa kumparan pull in coil dan hold in coil solenoid, cara mengatasinya lakukan pengujian solenoid.
4. Kunci kontak macet, cara mengatasinya periksa kondisi kunci kontak.
5. Kerusakan pada rangkaian kelistrikan, cara mengatasinya periksa rangkaian kelistrikan.

D. Gejala motor starter berputar tetapi mesin tidak berputar
Kemungkinan penyebabnya :

1. Kerusakan pada kopling starter, cara mengatasinya periksa kerja kopling starter dan kemudian lakukan perbaikan.
2. Kerusakan roda fly wheel dan gigi pinion, cara mengatasinya periksa kondisi gigi fly wheel dan gigi pinion dari keausan dan kemudian lakukan perbaikan.

E. Gejala kerusakan motor starter tidak dapat berkaitan
Kemungkinan penyebabnya :

1. Kerusakan roda fly wheel dan gigi pinion, cara mengatasinya periksa kondisi gigi fly wheel dan gigi pinion dari keausan dan kemudian lakukan perbaikan.
2. Kerusakan pada tuas penarik (drive lever), cara mengatasinya periksa kondisi tuas penarik, lakukan penggantian apabila diperlukan.
3. Kerusakan pada solenoid, cara mengatasinya lakukan pengujian pada solenoid dan lakukan langkah perbaikan atau ganti apabila diperlukan.


Selasa, 14 April 2020

PERLENGKAPAN PENGAMAN KELISTRIKAN BODY

Jenis – Jenis Pengaman Kelistrikan
Sirkuit kelistrikan kendaraan terdiri atas bebarapa sistem. Karena beberapa factor sering terjadi kerusakan pada sirkuit kelistrikan,misal: hubungan singkat yang dapat menyebabkab kerusakan pada komponen sistem kelistrikan tertentu. Untuk itu diperlukan suatu komponen yang dapat melindungi (pengaman) sirkuit kelistrikan pada kendaraan.
Sekring/fuse, fusible link dan circuit breaker , insulating kabel, clam kabel, dan konectoctor yang digunakan sebagai komponen komponen yang melindungi sirkuit. Barang barang ini disisipkan kedalam sirkuit kelistrikan dan sistem kelistrikan untuk melindungi kabel-kabel dan conector yang digunakan dalam sirkuit untuk mencegah timbulnya kebakaran oleh arus yang berlebihan atau hubungan singkat.
1) Sekring ( fuse )
a) Fungsi
Sekring (fuse) ditempatkan pada bagian tengah sirkuit kelistrikan. Bila arus yang berlebihan melalui sirkuit,maka sekring akan berasap atau terbakar yang menandakan elemen dalam sekring mencair sehingga sistem sirkuit terbuka dan mencegah komponen komponen lain dari kerusakan yang disebabkab oleh arus yang berlebihan.
b) Tipe Sekring
Tipe sekring dikelompokan kedalam tipe sekring blade dan tipe sekring cartridge.

Tipe sekring blade paling banyak digunakan pada saat ini, tipe ini dirancang lebih kompak dengan elemen metal dan rumah pelindung yang tembus pandang yang diberi kode warna untuk masing masing tingkatan arus. Tipe sekring cartridge terdiri atas rumah pelindung kaca tembus pandang, terminal dan elemen penghubung arus, elemen penghubung arus ini akan mencair (terbakar) jika arus yang melewatinya melebihi kapasitas elemen

c) Identifikasi Sekring


Sekering diidentifikasikan berdasarkan kapasitas masing – masing jenis, untuk tipe cartridge dapat dilihat pada ujung logam penutup tabung kaca yang tertera angka penunjuk kapasitas sekering. Sedangkan untuk sekering tipe blade dapat dilihat berdasarkan warna rumah (housing), pengkodean warna tersebut dapat dilihat dibawah ini:
Kapasitas sekring dan warna tipe blade jenis Standart dan Mini


Kapasitas sekring dan warna tipe blade jenis Maxi


2) Fusible link
a. Fungsi Fusible link
Secara umum fungsi dan konstruksi fusible link sama dengan sekring. Perbedaan utamanya adalah fusible link dapat digunakan untuk arus yang lebih besar karena ukurannya lebih besar dan mempunyai elemen yang lebih tebal. Seperti sekring fusible link dapat terbakar atau putus jika arusnya melebihi kapasitasnya dan harus diganti dengan yang baru
b. Tipe Fusible link
Menurut tipenya fusible link dapat diklasifikasikan kedalam dua tipe,yaitu: tipe cartridge dan tipe link. Fusible link tipe cartridge dilengkapi dengan terminal dan bagian sekring dalam satu unit. Rumahnya diberi kode warna untuk masing-masing tingkatan arus


c. Idenstifikasi Fusible link
Fusible link dapat diidentifikasikan berdasarkan kapasitasnya yang ditunjukan dengan kode warna untuk masing – masing kapasitas. Dibawah ini dicontohkan dari masing – masing kode warna fusible link:



3) Circuit breaker
Circuit breaker digunakan sebagai pengganti sekring untuk melindungi dari kesulitan pengiriman tenaga dalam sirkuit, seperti power windows dan sirkuit pemanas (heater)
a.Tipe circuit breaker
Circuit breaker menurut tipenya dapat digolongkan dalam 3 (tiga) tipe,yaitu: Manual reset type Mechanical , Automatic resetting type Mechanical dan Automatically reset solid state type.


a. Konstruksi
Prinsip dasar dari circuit breaker tipe Manual reset type Mechanical dan Automatic resetting type Mechanical terdiri dari sebuah lempengan bimetal yang dihubungkan pada kedua terminal dan satu diantaranya bersentuhan


a) Cara kerja
Bila sejumlah arus yang berlebihan mengalir melalui circuit breaker,maka bimetal menjadi panas. Dan ini menyebabkan lempengan membengkok, circuit breaker hubunganya terbuka dan memutuskan aliran arus.
b) Tipe penyetelan
Circuit breaker dapat disetel. Penyetelannya ada tipe otomatis dan tipe biasa. ™
Tipe penyetelan otomatis
Circuit yang menyetel secara otomatis (rating 7,5 A) digunakan khusus untuk melindungi rangkaian dari selenoid door lock (system 12V) yang membuka karena arus yang berlebihan tetapi akan menyetel secara otomatis ketika temperatur dari lempengan bimetal turun. ™
Tipe penyetelan biasa
Circuit breaker penyetelan biasa (manually-reset type mechanical) dilengkapi untuk system 12 V dan 24 V. Ukuran arusnya adalah 10A,14A,20A dan 30A


Islam dengan Al Qur’an sebagai kitab sucinya adalah agama yang sempurna*****mencakup segala aspek kehidupan yang mengatur manusia dari tarikan nafas pertama didunia hingga hembusan nafas terakhir hidup manusia ****** bahkan mencakup pengetahuan kehidupan setelah kematian. *****Sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenaran Al Qur an dan Sunah Rosululloh sebagai pedoman hidup umat Islam.*****Dan janganlah kita berbuat dholim dengan menambah atau mengurangi ajaran Allah ini.*****Cukuplah bencana yang bertubi-tubi mendera negeri ini mengingatkan kita.