SUDAHKAH ANDA SHOLAT ???

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

Siapa Bilang ?


Siapa bilang para wakil rakyat sering bolos rapat apalagi menjelang pemilu?
Saat kebanyakan dari mereka tidak ada di kursinya waktu rapat itu mungkin karena sedang sakit, tugas diluar atau lagi ke belakang perutnya melilit.  Jangan berpikir negatif dong…
Siapa bilang wakil rakyat kebanyakan korupsi?
Yang korupsi kan hanya beberapa oknum, itupun karena dijebak lawan politiknya dan juga media massa yang terlalu membesar-besarkan masalah. Sebenarnya mereka semua bersih, orang terhormat kok merampok uang rakyat ya nggak mungkin lah….
Siapa bilang calon wakil rakyat dan partai politik cuma obral janji omong doang saat pemilu, setelah jadi terus kena amnesia lupa dengan janji-janjinya?
Tidak semudah membalikkan tangan bung, semua membutuhkan proses. Perubahan itu membutuhkan waktu. Kalaupun 5 tahun ini belum cukup mungkin 5 tahun kedepan baru terlaksana, so biar tuntas pilih wakil rakyat yang belum tuntas janjinya….gitu aja kok repot!
SIapa bilang calon wakil rakyat ada yang terlibat praktek jual beli suara eceran bahkan grosiran pada pileg?
Ah itu berita bohong jangan percaya, mana buktinya? Pemilu di Indonesia itu jujur dan adil, makanya jangan sering nonton teve banyak berita yang nggak bener…
Siapa bilang wakil rakyat menuntut gaji besar, fasilitas mewah, mobil dinas yang berkelas?
Lagi-lagi bohong, wakil rakyat itu mewakili suara rakyat tahu persis kondisi rakyat Indonesia terutama yang berada di garis kemiskinan, ya tidak mungkinlah bergaya hidup mewah yang justru akan menyakiti perasaan rakyatnya…
Siapa bilang pemilu kali ini masih ada yang ingin golput?
Pemilu itu pesta demokrasi rakyat, mereka diberi hak istimewa untuk memilih wakil-wakilnya. Diantara semua calon pasti ada beberapa yang pantas untuk dipilih, jangan sampai golput karena orang yang golput itu nggak punya prinsip, ingat suara kita akan menentukan nasib caleg…eh, nasib bangsa paling tidak untuk 5 tahun kedepan….


Minggu, 09 Januari 2011

Ken Arok dan Ken Dedes, sebuah Refleksi Politik


“ Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak karena tanganmu.
Tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum didepan umum
Berdasarkan bukti tak terbantahkan.Kau mengambil jarak secukupnya
dari peristiwa itu.”

Terbersit kalimat dari roman Arok Dedes oleh sang legendaris Pramoedya Ananta Toer. Roman ini bukan roman mistika-irasional ( kutukan keris Gandring tujuh turunan ), namun roman politik seutuh-utuhnya. Ada sedikit persamaan dengan pentas yang kusaksikan beberapa waktu lalu. Pentas panggung sandiwara dunia yang nyaris sempurna, dimana beberapa pelakon melaksanakan perannya dengan manis dan natural karena mereka memang benar-benar murni tanpa arahan sang sutradara. Sementara beberapa pelakon lain bersama sang sutradara terjun langsung sekaligus menjadi pemain sehingga seolah semua itu berlangsung dengan sewajarnya. Dengan kehebatan sang sutradara mampu menciptakan peran protagonis dan antagonis dari para pelakonnya Sebagian penonton terpukau atas penampilan mereka dan terbawa alur cerita, namun di bagian belakang nampak beberapa penonton yang tersenyum geli melihat skenario yang sudah dapat ditebak endingnya itu. Pun demikian ada beberapa cerita bagus dalam sandiwara itu yang apabila difahami dengan dalam akan merobek bak sembilu pada hati mereka yang kotor, namun apakah pesan moral itu tersampaikan? Wallohualam….

Selasa, 21 Desember 2010

REMUNERASI

Akhir-akhir ini di surat kabar muncul berita tentang Remunerasi, satu kata bak mantra sihir yang dapat mengembangkan senyum lebar bagi Pegawai Negeri Sipil yang instansinya telah memberlakukan aturan tersebut. Pengertian Remunerasi menurut kamus Bahasa Indonesia adalah pemberian hadiah (penghargaan atas jasa dsb); imbalan. Sedangkan menurut bahasa Inggris yaitu Remuneration. Wikipedia memberi penjelasan, “Remuneration is pay or salary, typically a monetary payment for services rendered, as in an employment. Usage of the word is considered formal.”
Beberapa Instansi Dinas sudah memberlakukan remunerasi ini, sehingga pendapatan para Pegawainya bisa berlipat ganda dan cenderung labih besar daripada gaji pokoknya. Pemerintah dalam hal ini berharap dengan pendapatan yang lebih dari cukup, para abdi negara tersebut bisa membuang jauh pikiran untuk berbuat curang dan mengeliminir terjadinya penyalahgunaan kewenangan berupa tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan pemerintahan. Namun demikian, masih ada saja beberapa manusia yang berakhlak buruk dan tidak pernah merasa cukup. Semakin banyak ia mendapatkan materi, semakin besar niat mereka untuk berperilaku negatif, berjudi, mabuk-mabukan, berselingkuh dan sebagainya.
Tanpa bermaksud pesimis /menyanggah harapan pemerintah, nampaknya tidak ada korelasi yang signifikan antara Remunerasi dengan kinerja pegawai, karena semuanya berawal dari akhlak dan moral manusianya. Justru keikhlasan dan moralitas seseoranglah yang berpengaruh terhadap kinerjanya.
Terlepas efektif atau tidaknya remunerasi terhadap kinerja Pegawai Negeri, kami ikut berbahagia kepada mereka yang mendapatkannya, semoga mereka dapat memenuhi keinginan pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya. Kami bukan Pegawai Negeri tetapi juga mengabdi pada negeri tercinta ini berharap sekali beberapa hal :
1.Instansi pemerintah perlu memberikan reward kepada pegawainya yang berprestasi dan pemberian punishment bagi mereka yang menyalahi aturan, sehingga ada bedanya antara yang bekerja baik dengan buruk.
2.Perlu pendidikan akhlak dan moral bagi para pegawai negeri secara kontinyu agar terjadi keseimbangan antara IQ, EQ dan SQ sehingga tidak akan muncul lagi Gayus-gayus yang lain.
3.Peningkatan kesejahteraan pegawai negeri baik dalam bentuk kenaikan gaji, Uang makan, remunerasi dan sebagainya hendaknya jangan sampai menimbulkan dampak kenaikan harga sembako dll yang akan mempengaruhi kelangsungan hidup rakyat kecil
4.Perlu ditingkatkan lagi program kerja sebuah instansi dari tingkat pimpinan sampai dengan staf-staf dibawahnya, dimonitoring pelaksanaan program serta dievaluasi secara berkala.
5.Good governance erat kaitannya dengan moral individu, hal ini perlu pemikiran serius untuk dapat direalisasikan di Indonesia.
Mungkin ini hanyalah hasil pemikiran orang bodoh yang menulis seenaknya saja, dan tidak perlu ditindaklanjuti secara berlebihan. Tapi dari hati yang paling dalam kami menginginkan perubahan pada negeri ini kearah yang lebih baik…semoga..
Islam dengan Al Qur’an sebagai kitab sucinya adalah agama yang sempurna*****mencakup segala aspek kehidupan yang mengatur manusia dari tarikan nafas pertama didunia hingga hembusan nafas terakhir hidup manusia ****** bahkan mencakup pengetahuan kehidupan setelah kematian. *****Sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenaran Al Qur an dan Sunah Rosululloh sebagai pedoman hidup umat Islam.*****Dan janganlah kita berbuat dholim dengan menambah atau mengurangi ajaran Allah ini.*****Cukuplah bencana yang bertubi-tubi mendera negeri ini mengingatkan kita.